Sobat Reclea Brick pernah melihat proses pembangunan tembok yang menggunakan batu bata?
Biasanya, pola peletakan batu bata sebagai bahan material utama tembok adalah dengan pola zigzag.
Ternyata penggunaan pola ini adalah maksud dan tujuannya lho guys. Pola ini tidak sembarangan di aplikasikan.
Pola pemasangan bata Zigzag atau running bond patterns(pola ikatan bata) ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas dinding. Pola ini sangat berguna karena dapat pula mengurangi risiko keruntuhan atau kerobohan pada dinding.

Foto : penyebaran beban pada dinding batu bata (sumber: @kemenPU)
Pola zigzag (seperti ikat silang atau tumpang tindih) membantu menyebarkan beban secara merata di seluruh dinding. Jika bata hanya disusun lurus tanpa saling mengunci, dinding menjadi lebih lemah dan mudah runtuh.

Foto : dinding batu bata lurus mudah retak (sumber: @kemenPU)
Susunan zigzag menghindari garis sambungan lurus dari atas ke bawah yang bisa menjadi titik lemah yang nantinya akan menyebabkan retakan atau keruntuhan.
Serta jika memakai pola zigzag, mortar (adukan semen) bisa bekerja lebih baik saat bata disusun tumpang-tindih karena memberikan lebih banyak area untuk perekatannya.
Menariknya lagi nih, pola yang biasa digunakan ini lebih tahan terhadap getaran atau bahkan pada gempa karena gaya yang diterima dinding lebih tersebar luas dibandingkan susunan bata yang lurus.