Mendorong Keberlanjutan Lingkungan, FABA Bukan Limbah B3 yang Berbahaya dan Sangat Aman Dijadikan Bata Untuk Pembangunan Rumah

Konstruksi & Material Bangunan ยท 5 menit baca

Mendorong Keberlanjutan Lingkungan, FABA Bukan Limbah B3 yang Berbahaya dan Sangat Aman Dijadikan Bata Untuk Pembangunan Rumah
Source: sisa abu pembakaran batu bara
Pahlawan Bumi
2025-03-25

Dulu, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dianggap sebagai limbah berbahaya. Namun dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, statusnya kini telah berubah.

Sekarang FABA bukan lagi dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), melainkan sebagai limbah non-B3 terdaftar.

Apa artinya? Tentu saja ini membuka peluang baru dalam pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah secara lebih efektif demi keberlanjutan lingkungan bumi kita.

Perubahan Status: Dari B3 ke Non-B3

Sebelumnya FABA masuk dalam daftar limbah B3 karena kandungan partikelnya yang dapat berdampak pada lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Namun melalui kajian dan penelitian yang lebih lanjut, ditemukan bahwa tidak semua FABA berbahaya. Oleh karena itu, pemerintah mengubah regulasi ini sehingga FABA yang berasal dari PLTU atau teknologi tertentu dapat dimanfaatkan secara lebih luas tanpa harus melalui prosedur ketat layaknya limbah B3.

Eitss tapi bukan berarti semua FABA menjadi non-B3 ya. Ada pengecualian misalnya FABA yang berasal dari stokker boiler dan tungku industri masih dikategorikan sebagai limbah B3. Hal Ini karena teknologi tersebut menghasilkan residu yang berpotensi berbahaya bagi lingkungan jika tidak diolah dengan benar.

Pemanfaatan FABA Dari Limbah Menjadi Sumber Daya

Perubahan status ini bukan sekadar di bagian administratif. Dengan dikategorikannya sebagai limbah non-B3, FABA kini lebih mudah dimanfaatkan dalam berbagai sektor seperti:

  • Konstruksi Pembangunan: FABA dapat digunakan sebagai bahan campuran beton, paving block, dan semen, mengurangi ketergantungan pada bahan alam. Salah satu contoh produk bermanfaat-nya yaitu Bata Hitam Premium Reclea Brick.
  • sisa abu pembakaran batu bara menjadi batu bata hitam untuk bangunan
  • Pertanian: Kandungan mineral dalam FABA dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
  • fly ash bottom ash yang diolah menjadi pupuk pertanian
  • Material Infrastruktur: Jalan raya, tanggul, dan proyek-proyek besar lainnya dapat menggunakan FABA sebagai bahan penguat tanah atau bahan alternatif dalam pembangunan.
  • fly ash batu bara yang dimanfaatkan untuk campuran jalan aspal

    Dengan memanfaatkan FABA, kita akan mengurangi limbah sekaligus juga menghemat sumber daya alam yang terbatas.

    Tetap Diperlukan Pengawasan

    Meskipun bukan lagi limbah B3, bukan berarti pengelolaan FABA bisa dilakukan sembarangan. Perusahaan yang menghasilkan FABA wajib mematuhi standar baku mutu lingkungan dan tetap harus mendapatkan persetujuan lingkungan dalam pengelolaannya. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemanfaatan FABA tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.
    Dan ini pula yang mengakibatkan Bata Hitam Premium Reclea Brick telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Direktorat Pengelolaan Limbah B3 & Limbah Non B3 KLHK, serta telah 3 tahun berturut-turut mendapat sertifikat GOLD GREEN LABEL dan juga TOP BRAND AWARD.

    sertifikat gold green label dan sertifikat top brand

     

    Dengan perubahan statusnya menjadi limbah non-B3, banyak peluang terbuka untuk pemanfaatan yang lebih luas dan inovatif. Tentu saja tetap harus ada pengelolaan yang bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dan membantu menyelamatkan lingkungan.

     



    CopyRight © 2026 Recleabrick. All Rights Reserved designed by Ninjafly.id