Saat ingin membangun rumah, kita sering kali hanya fokus pada rancangan desain dan biaya pembangunan. Beberapa dari kita ada yang sadar satu hal penting saat pembangunan yaitu kualitas bahan bangunan. Penggunaan bahan bangunan yang berkualitas tentunya akan membuat bangunan yang kita miliki akan kokoh dan tahan lama.
Jika kita mempercayai sepenuhnya kepada arsitek yang membangun rumah kita, itu bukanlah sesuatu yang salah. Tapi tetap disarankan untuk tetap mengecek dan memilih bahan bangunan berkualitas tinggi untuk rumah kita.
Di lapangan, salah satu material utama yang sering dianggap remeh adalah batu bata. Biasanya kebanyakan orang hanya fokus untuk memilih material berkualitas pada pintu, kusen, atap, dan beberapa lainnya. Padahal, Batu bata memiliki peranan yang jauh lebih penting ketika membangun bangunan. Bata yang kamu pilih bisa jadi penentu seberapa kokoh dan tahan lamanya rumah yang akan kamu bangun.
Ada beberapa cara sederhana yang akan menyelamatkan kamu ketika memilih batu bata. Simak tips dibawa ini agar kamu dapat dengan bijak memilih batu bata berkualitas tinggi!
1. Perhatikan Tekstur dan Permukaan Bata
Bata berkualitas biasanya memiliki permukaan yang padat dan halus (meski tetap kasar secara alami). Hindari bata yang terlalu banyak pori besar atau permukaan yang mudah mengelupas saat digesek.
Tipsnya kamu bisa mencoba goreskan satu bata ke bata lainnya. Jika mudah terkelupas atau hancur, itu tandanya kualitasnya rendah.
2. Cek Warna Merata dan Tidak Terlalu Pucat
Warna bata bisa menunjukkan tingkat kekuatannya. Jika pada batu bata merah konvensional, bata yang baik biasanya berwarna merah gelap atau kehitaman, dan warnanya merata. Warna pucat atau belang-belang bisa jadi tanda bata tidak matang saat dibakar.
Jika pada batu bata hitam seperti Bata Hitam Premium Reclea Brick, kamu bisa melihat warnanya yang abu-abu kehitaman yang merata di setiap sisinya.
3. Lakukan Tes Ketukan (Sound Test)
Ambil dua bata dan ketukkan satu sama lain. Suara yang dihasilkan bisa jadi indikator kepadatan:
Kalau suara nyaring dan “ting” → bata padat dan keras
Kalau suara tumpul dan “duk” → bata rapuh dan banyak rongga
4. Tes Jatuh dari Ketinggian ±1 Meter
Ini cara klasik yang sering digunakan tukang berpengalaman. Jatuhkan bata dari ketinggian sekitar satu meter ke lantai keras:
5. Uji Daya Serap Air
Rendam sebagian bata ke dalam air selama ±24 jam. Bata yang terlalu cepat menyerap air bisa menyebabkan dinding lembap, jamuran, bahkan retak.
Idealnya, bata yang bagus tidak menyerap air lebih dari 20% dari berat keringnya.
6. Gunakan Bata dari Produsen Terpercaya
Tes manual penting, tapi lebih baik lagi kalau kamu memilih bata dari produsen yang punya hasil uji laboratorium dan sudah dipercayai oleh banyak developer perumahan. Contohnya seperti Bata Hitam Premium Reclea Brick, yang telah terbukti lebih besar, lebih kokoh, lebih presisi, lebih kuat, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta dapat membuat bangunan terasa lebih dingin.
Memilih batu bata untuk rumah memang terlihat sepele, apalagi untuk orang-orang yang tidak mengerti tentang kontruksi bangunan. Memilih batu bata dampaknya sangat besar pada bangunan. Bata yang berkualitas akan membuat bangunan lebih tahan lama, tidak mudah retak, dan aman untuk dihuni.
Bangun rumah yang kokoh dimulai dari keputusan kecil yang cerdas.
Berani Berubah Menjadi Lebih Baik 💪