Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu yang dapat dibercandakan. Tidak sedikit kita melihat berita suhu udara yang semakin panas, cuaca yang sulit diprediksi, hingga meningkatnya risiko banjir dan kekeringan di mana-mana. Ini menjadi tanda bahwa kondisi lingkungan perlu mendapat perhatian lebih serius.
Salah satu penyebabnya adalah aktivitas manusia yang terus memberikan tekanan terhadap alam, mulai dari penggunaan energi fosil, penebangan hutan, hingga eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.
Mungkin kita tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan tersebut sendirian. Namun ada banyak kebiasaan yang bisa mulai diubah, termasuk cara kita memilih material untuk membangun rumah.
1. Kurangi Penggunaan Barang yang Tidak Diperlukan
Semakin banyak barang yang diproduksi dan dikonsumsi, semakin besar pula sumber daya yang dibutuhkan. Proses produksi, pengemasan, hingga distribusinya juga dapat menghasilkan emisi karbon.
Mulailah dari hal sederhana, seperti menggunakan kembali barang yang masih layak, mengurangi produk sekali pakai, dan membeli sesuatu sesuai kebutuhan.
2. Lebih Bijak Menggunakan Energi
Penggunaan listrik dan bahan bakar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, terutama ketika sumber energinya berasal dari bahan bakar fosil.
Kamu bisa mulai menghemat energi dengan hal-hal sederhana seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan, memilih perangkat elektronik hemat listrik, memanfaatkan cahaya alami, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi jika tersedia alternatif transportasi yang memungkinkan.
3. Kurangi Eksploitasi Sumber Daya Alam
Alam menyediakan berbagai sumber daya yang kita butuhkan. Namun pengambilan sumber daya secara terus-menerus tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan dapat menimbulkan kerusakan.
Salah satu contohnya adalah penggalian tanah liat untuk memenuhi kebutuhan industri batu bata merah.
Jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa pengelolaan yang baik, aktivitas penggalian dapat mengubah bentang lahan, menghilangkan lapisan tanah yang subur, merusak vegetasi, serta meningkatkan risiko erosi dan gangguan tata air.
Belum lagi proses pembakaran batu bata merah yang membutuhkan energi dan menghasilkan emisi. Karena itu, sudah saatnya kita mulai mempertimbangkan material bangunan yang proses produksinya tidak terlalu bergantung pada eksploitasi tanah dan pembakaran.
4. Pilih Material Bangunan yang Lebih Ramah Lingkungan
Ketika membangun atau merenovasi rumah, kebanyakan orang hanya mempertimbangkan harga, kekuatan, dan tampilan material. Padahal, proses produksi dan dampaknya terhadap lingkungan juga layak menjadi pertimbangan.
Sebagai contoh, penggunaan material alternatif yang memanfaatkan bahan daur ulang atau hasil pemanfaatan sisa industri dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku alam tertentu.
Salah satu alternatifnya adalah Bata Hitam Premium Reclea Brick®.
Bata Hitam Premium Reclea Brick® memanfaatkan fly ash, pasir, dan semen sebagai bahan pembuatannya melalui proses produksi berteknologi tinggi dari negara maju tanpa pembakaran tanah liat seperti pada batu bata merah konvensional.
Selain itu, ukurannya yang lebih besar, yaitu 21 × 10 × 5 cm, membuat kebutuhan material hanya sekitar 68 buah per meter persegi. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan batu bata merah konvensional yang umumnya membutuhkan sekitar 80 buah per meter persegi.
Ukuran yang presisi juga memungkinkan penggunaan spesi lebih tipis sesuai metode pemasangan, sehingga dapat membantu menghemat penggunaan semen hingga 70%.
Dengan memilih material alternatif seperti ini, kita dapat ikut mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses produksi yang membutuhkan pembakaran tanah liat.
5. Mulai Menanam dan Jaga Lingkungan Sekitar
Menanam pohon bukan hanya membuat lingkungan terlihat lebih hijau. Pepohonan juga membantu menyerap karbon dioksida, memberikan keteduhan, menjaga kondisi tanah, dan mendukung keseimbangan ekosistem.
Kamu bisa memulainya dari halaman rumah, lingkungan tempat tinggal, atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.
Jika memiliki lahan terbatas, tanaman dalam pot atau taman vertikal juga bisa menjadi pilihan.
Perubahan Besar Dimulai dari Pilihan Kecil
Menghadapi krisis iklim membutuhkan perubahan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, hingga masyarakat. Kita memang tidak bisa mengendalikan semuanya, tetapi kita bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan sehari-hari.
Termasuk ketika membangun rumah. Memilih material yang lebih ramah lingkungan merupakan salah satu langkah untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.
Karena menjaga lingkungan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan hari ini, tetapi juga tentang kondisi alam yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kenali lebih lanjut produk dan keunggulan Reclea Brick melalui website resmi Reclea Brick.
Sedang merencanakan pembangunan rumah ?
Konsultasikan kebutuhan material Anda bersama tim kami — dapatkan rekomendasi terbaik untuk proyek Anda secara gratis.
📲 @bataramahlingkungan.id