Salah satu masalah paling sering muncul setelah rumah selesai dibangun adalah terdapatnya retakan di tembok. Kadang retaknya kecil seperti rambut, kadang sampai memanjang dan merusak tampilan dinding, bahkan ada yang sampai merusah sebagian besar dinding.
Nah, masalah ini sering terjadi dan penyebabnya bisa banyak, tapi salah satu yang paling sering adalah karena campuran plesteran yang tidak tepat.
Di lapangan, masih banyak tukang tidak profesional yang asal mencampur semen dan pasir tanpa memperhatikan perbandingan yang ideal. Padahal komposisi campuran sangat berpengaruh terhadap daya rekat dan kekuatan plesteran.
Kalau campurannya terlalu banyak semen, dinding jadi keras tapi getas. Kalau terlalu banyak pasir, plesteran mudah terkelupas dan tidak kuat menempel di dinding.
Campuran ideal untuk plesteran dinding umumnya adalah 1 bagian semen : 4 bagian pasir. Namun, ini juga tergantung dari kualitas pasir dan jenis bata yang digunakan. Ada pula yang biasa menggunakan 1 semen : 3 pasir. Untuk bata yang memiliki daya serap air tinggi seperti batu bata merah, biasanya butuh campuran yang sedikit lebih lembab agar menempel sempurna. Sedangkan untuk bata dengan permukaan padat seperti Bata Hitam Premium Reclea Brick, campurannya bisa dibuat sedikit lebih kering karena daya rekatnya sudah sangat baik.
Sebelum mulai plesteran, pastikan juga dinding dalam kondisi bersih dari debu atau sisa semen kering. Jika menggunakan batu bata merah, permukaan bata sebaiknya disiram air dulu agar tidak menyerap air dari adukan terlalu cepat. Ini penting, karena jika air di adukan terserap habis, proses ikatan semen tidak akan sempurna dan menyebabkan retak halus setelah kering. Tetapi jika menggunakan Bata Hitam Premium Reclea Brick, tukang tidak perlu repot menyiram tembok bata yang ingin diplester.
Untuk campuran, gunakan pasir yang bersih, bebas dari lumpur atau batu kerikil besar. Pasir yang kotor bisa menghambat ikatan antara semen dan bata. Kamu perlu ayak pasir terlebih dahulu agar hasil plesteran lebih halus dan mudah diratakan.
Selain campuran, teknik ketika memasang plesteran juga berpengaruh besar. Plester jangan langsung diaplikasikan terlalu tebal. Sebaiknya dilakukan bertahap: lapisan pertama tipis untuk menutup pori bata, baru lapisan berikutnya untuk meratakan. Setelah selesai, jaga agar plesteran tidak langsung kering terkena matahari.
Dengan campuran yang pas, bahan berkualitas, dan teknik yang benar, tembok kamu akan lebih kuat, rata, dan tidak mudah retak bahkan bertahun-tahun kemudian.